Your Ad Here






   

<< September 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30



Add text or HTML here


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed

Thursday, September 08, 2005
TERSIMPAN WAWANCARA DR.HUSAINI HASAN DENGAN MAJALAH GAMMA

WAWANCARA DR.HUSAINI HASAN DENGAN MAJALAH GAMMA

 

DR. Husaini Hasan: Seorang dokter kandungan memilih berjuang di rimba, demi kemerdekaan dan kesejahteraan bumi Aceh

Musuhnya Indonesia yang tamak dan congkak. Apa saja cita-citanya yang muluk.

TRUK berisi orang bersenjata itu berbalik cepat. Rentetan tembakan dari arah gunung yang menghujani, membuat anggota Brimob itu kocar kacir.Ada yang tersungkur diterjang timah panas, adapula yang patah kaki karena nekat melompat daritruk .yang sedang melaju. Esoknya, aparat yang melakukan sweepingpun berpolah serupa: menghujani perkampungan penduduk dengan curahan peluru. Lidah api berjilam menjilat rumah, kantor, bahkan pos jaga aparat. Itulah suasana terkini dari negeri di ujung utara nusantara, Aceh. "Tapi pemerintah RI kelewat congkak untuk bicara," kata Dokter Husaini Hassan. Padahal Presiden Abdurrahman, seperti disampaikan kepada koran Jepang The Yomiuri Shimbun, "berdamai" dengan memberikan model federasi. "Saya tidak bersedia menjadi pemimpin Negara Federasi dibawah KNRI. Soal ini bagi saya out of question," jawab Husaini. Mantan Menteri Pendidikan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), yang kini menjabat Ketua Majelis Pemerintahan (MP) GAM --sempalan GAM yang berpusat di Malaysia-- itu menyerahkan kepada rakyat, melalui referendum, apa pilihan yang rakyat kehendaki untuk masa depan Aceh. Katanya, pilihan yang adil adalah "Bebas" atau " Terikat".   "Bukan "Ikat Kuat-kuat" atau "Ikat Longgar". Sebab biar "ikat longgar", kan artinya tetap diikat," katanya tertawa. Kepada Nurlis Effendi dari GAMMA,yang menghubunginya lewat telepon internasional dan surat elektronik (e-mail), Rabu lalu, anggota Komite Sentral Acheh Sumatera National Liberation Front (ASNLF) itu bercerita. Nukilannya:

Apakah target merdeka itu sudah final?

Betul. Target terakhir GAM adalah kemerdekaan penuh, lepas dari RI. Kami tidak sekali-kali setuju dengan federasi apalagi dengan otonomi luas yang telah berkali-kali menjadi permainan bibir pejabat-pejabat tinggi RI.Dengan izin Allah Aceh akan merdeka, saya pikir ramai kalangan ulama dan cendekiawan Aceh yang layak untuk menjadi pemimpin. Tentunya rakyat Aceh yang akan menentukannya memalui satu proses demokrasi tulen. Soal federasi di bawah NKRI tidak ada dalam buku kami. Dalam buku pribadi saya sebelum bekerja dengan GAM ini pun tidak pernah ada soal federasi. Yang ada hanya merdeka


Seperti apa bentuk negara Aceh yang diinginkan?

(Menjawab cepat). Demokrasi menurut norma-norma Islam. Bukan sekali-kali bentuk kerajaan! Demokrasi sosial seperti di Swedia, dikombinasikan dengan ketahanan moral dan jaminan keseimbangan terhadap pekerja dan pengusaha menurut ajaran Islam. Sehingga ada keseimbangan antara si miskin dan sikaya. Si kaya dibebankan tanggung jawab terhadap fakir miskin, anak yatim, juga janda. Dan hukum Islam yang menjaga ketertiban moral, marwah kaum ibu tidak di buat menjadi barang dagangan, masalah alkoholisme, zina, riba dan sebagainya.


Untuk kesejahteraan sosial bagaimana?

Mengusahakan supaya tidak ada kelaparan didalam negeri, bantuan negara untuk perumahan rakyat, serta free education sampai SMA. Bahkan free lunch sampai SMP. Beasiswa ditingkat universitas, dan pengiriman postgraduate ke luar negeri. Membangun rumah sakit bertaraf international dengan subsidi obat dan pengobatan. Membangun pertanian dan peternakan rakyat secara modern, subsidi kepada produk seperti susu, telur, dan daging. Meningkatkan produksi perkebunan, pembangunan jalan raya model high way di pesisir pantai, sepanjang bukit barisan dari Banda Aceh ke Kutacane. Pembangunan pelabuhan-pelabuhan, pengembangan Sabang sebagai International Freeport, serta airport, Hotel, sampai rumah sakit. Insya Allah. Menuju merdeka itu, apa saja hasil perjuangan GAM yang sudah tampak? Lewat diplomasi, masalah Aceh cukup dikenal di dunia, dan menjadi berita utama di Asia yang dimuat hampir setiap hari. Sebelum proklamasi Aceh Merdeka, Aceh memang sudah hilang dipeta bumi. Bangsa Aceh dan Negeri Aceh telah dilupakan dunia karena ditelan oleh ketamakan penjajah Republik Indonesia yang mengutamakan Jawa. Bila menyebut Indonesia yang dikenal adalah Bali dengan turismenya, atau Jakarta dari segi ekonomi dan politik. Sedang Aceh lebih dikenal dengan orang hutannya, harimau, badak, ataupun gunung Lauser. Tetapi bangsa Aceh tidak dikenal. LNG di Arun dan minyak, cuma dikenal sebagai milik RI. Itulah sebabnya investor asing datang ke Jakarta untuk membeli hasil-hasil bumi Aceh, tetapi tidak pernah menggubris Aceh sebagai si empunya.

Diplomasi itu dengan negara mana saja?

Diplomasi dengan Amerika, juga negara-negara Eropa. Tujuannya tentu saja pressure kepada RI supaya bersikap menghormati HAM rakyat Aceh yang sedang menuntut hak self-determinationnya. Bisa bersifat moral, tekanan ekonomi, juga embargo senjata.

Apakah merdeka itu akan mengembalikan kesejarahan Aceh?

Sejarah Aceh sebagai satu bangsa yang tahu mempertahankan hak nya akan bersambung kembali. Negara-negara dan LSM International telah mengambil inisiatif dan peranan untuk menyelesaikan konflik Aceh dan RI. Aceh telah mulai diakui sebagai satu manusia yang mempunyai hak untuk membela nasibnya dan menentukan nasib dirinya sebagai manusia. Bukan sebagai sebuah benda "hak milik" RI yang dapat dikutak-katikkan sesuka hati mereka tanpa memperdulikan bagaimana perasaan dari benda tersebut. Jangan membayangkan sosok seorang tentara pada anak Komandan Pasukan Komando DI/TII ini.
Meski dokter lulusan Universitas Sumatera Utara itu, "sampai hati" meninggalkan Rumah Sakit Umum Medan tahun 1977, dan memilih rimba belantara Aceh selama tiga tahun. "Saya sempat tiga kali mengalami penyergapan," katanya. Ketika long march dari Pangkalansusu (Sumatera Utara) ke Pidie, disempatkannya memberikan ceramah kepada masyarakat. Tentu saja bapak empat anak yang menjadi dokter tahun 1973 itu, memberikan pengobatan kepada rakyat. "Saya dilahirkan di Sigli Aceh, pada 3 Juli 1944, dari ibu dan bapa Aceh. Saya anak nomor dua dari enam bersaudara yang semuanya lelaki.


Ayah saya seorang pedagang yang berhasil di Langsa. Orang mengenalnya dengan nama Hasan PIM. Beliau meninggalkan kariernya sebagai pedagang, bergerilya ke hutan. Pada sebuah pertempuran di Sigli pada awal perjuangan DI/TII tahun 1953, ayah gugur syahid." Rentang 1979-1980 di masa kepemimpinan Wali Nanggroe Teungku Hasan Tiro, aktivis Pelajar Islam Indonesia dan Himpunan Mahasiswa Islam Medan ini, diamanati sebagai Menteri Pendidikan dan Penerangan GAM. Tadinya, dia juga tokoh sentral GAM, tetapi oleh Hasan Tiro dipecat sebab suka mencela gaya Tiro yang sok aristokrat dan anti kritik.

Bagaimana hubungan anda dengan Hasan Tiro?

Biasa saja. Beliau sekarang sekarang sudah tua, dan kesehatannya kian menurun. Bahkan mengalami stroke 3 tahun lalu. Setelah mendapat rehabilitasi di rumah sakit, dia mengalami kesulitan dalam hal konsentrasi dan berbicara. Hasan Tiro memang sakit dan tidak layak lagi memimpin sebuah oraganisasi apalagi memimpin sebuah negara. Makanya saya lebih cenderung peranan beliau itu hanya sebagai simbol dan jasanya perlu kita sanjung.

Teungku Abdullah Syafii pernah mengatakan bahwa seluruh kekuatan AGAM ada dibawah komando Hasan Tiro?

Dengan kondisi beliau sekarang ini, tidak betul demikian. Sebagian tentara ada dibawah komando Malik Mahmud di Singapura. Kekuatan terbesar AGAM ada ditangan rakyat Aceh sendiri. Ada juga Teungku Maulida, salah seorang Panglima yang mendambakan dirinya, bekerja sama dengan rakyat Aceh untuk membela kepentingan bangsa dan Negara Aceh. Juga Panglima Abdullah Syafii.

Bagaimana struktur angkatan perang GAM, dan berapa kekuatannya?

Sebenarnya, apapun pasukan yang ada dalam GAM, secara strukturalnya berada dibawah Hasan Tiro. Yang memerintah pasukan AGAM brutal di Aceh sekarang adalah Malik Mahmud di Singapura. Sedangkan mereka yang beragama dan berjuang untuk kepentingan bangsa Aceh tunduk kepada kami. Antara petinggi-petinggi militer GAM (AGAM) dilapangan selalu ada kerjasama walaupun ada perbedaan pendapat akibat fitnah dan campur tangan Malik Mahmud cs.

Apa yang menyebabkan banyak faksi pada GAM, termasuk munculnya MP-GAM?

Karena Hasan Tiro sudah tidak berfungsi seperti biasa, maka tetua GAM yang telah ikut bersamanya dan mendirikan GAM, merasa perlu untuk membentuk satu Majelis Pemerintahan (MP). Fungsinya melakukan tugas eksekutif, meneruskan roda pemerintahan. Ada 11 orang anggota MP-GAM, termasuk saya, Teungku Daud Husin alias Daud Paneuk, dan Teungku Idris Mahmud. Kami bersepakat mengangkat Teungku Don Zulfahri sebagai Sekretaris Jenderal.

Apakah semuanya menyetujui terbentuknya majelis itu?

Sebagian kecil dari pengikut GAM, seperti Zaini Abdullah (Swedia), Malik Mahmud (Singapura), tidak setuju. Sebab mereka ingin mengkultuskan Tengku Hasan di Tiro, seolah-olah mereka adalah kerabat .diradja "Almukarram Almalik Almudabbir Tengku Tjhik Hasan di Tiro", dan ingin memonopoli GAM sebagai hak milik pribadi mereka dan ingin mendikte rakyat Aceh sebagai hak milik dan pengabdi-pengabdi mereka. Mereka inilah yang telah menodai GAM dan menghambat jalannya revolusi rakyat Aceh, mengutip dana tanpa pertanggungjawaban.

Menurut Don Zulfahri, MP-GAM sudah punya struktur pemerintahan. Seperti apa?

Memang susunannya sudah siap, tetapi bersifat sementara. Kalau sudah merdeka, kita akan mengadakan pemilu untuk menyerahkan kepada rakyat siapa yang mereka mau pilih sebagai pemimpin-pemimpin bangsa Aceh ini. Hasan Tiro kami letakkan sebagai Presiden, dengan kabinet sebanyak 18 orang yang dipimpin oleh sebuah dewan yang diberi nama Dewan Revolusi Negara Aceh. Jangan terkejut kalau menteri Kabinet Gus Dur ada dalam Kabinet Negara Aceh, ha..ha.. Apakah itu berarti ada kontak dengan pemerintah Indonesia? Pemerintah RI terlalu congkak mengandalkan kekuatan militer mereka dan tidak serius menyelesaikan masalah Aceh. Itulah sebabnya GAM melayani mereka seperti perampok-perampok biadab yang tidak perlu diberi hati. Pelanggaran HAM di Aceh tidak akan pernah dapat dimaafkan sampai hari kiamat dan harus dipertanggungjawabkan oleh RI. Presiden Gus Dur berada dalam testing, apakah ia akan berperan sebagai seorang Ulama Pemimpin Ummat Islam yang terbesar di dunia, dengan mendengar jeritan dan rintihan rakyat Aceh. Atau cuma kepala perampok yang membantai ummat Islam Aceh. Jadi kalau pun ada kontak, hanya sebatas mencari jalan mengabulkan tuntutan rakyat Aceh untuk menentukan nasib sendiri melalui referendum.

Dari mana sumber dana perjuangan GAM, sehingga bisa membeli senjata. Kabarnya dari penjualan ganja?

Dana awal pejuangan sejak hari pertama, ketika tujuh orang tentara GAM alumni Lybia bertemu dengan saya membentu MP-GAM, saya tanggung sendiri. Lalu ada warga Aceh yang bermurah hati dengan berderma. Soal ganja, itu dilakukan oleh TNI dengan memaksa rakyat membuka ladang ganja untuk kepentingan pribadi Komandan TNI. Mereka membunuh Tgk. Bantaqiah dan rakyat Aceh dengan tuduhan menanam ganja. Soal sumber senjata, tidak bisa saya jawab, demi kerahasiaan pihak yang telah membantu. Kebanyakan senjata di Aceh sekarang adalah hasil keringat mereka sendiri, dibeli terutama dari TNI sendiri. Sebagian disuplai Malik Mahmud, sebagai kamuflase dana yang mereka kutip tanpa kejelasan pengeluaran.

Apakah Malik Mahmud ini yang disebut "Mafia Singapura?"

Malik Mahmud menggelari dirinya sebagai Meuntroe Malek. Padahal nama sebenarnya Khila Bin Mahmud alias Malik Haytar Bin Mahmud. Dia tinggal bersama Ibunya di Singapura, tidak berapa fasih berbahasa Aceh. Ayahnya keturunan India yang lahir di Aceh. Dulu dia tukang tenteng tas Hasan Tiro. Dia menjadi dalang pengutipan dana dari buruh buruh kontrak warga Aceh di Malaysia sejak tahun 1985. Dia juga yang menjadi dalang terjadinya peristiwa Semenyih (Malaysia) pada tahun 1997 yang mengorbankan puluhan warga Aceh. Husaini kecil menghabiskan masa kecilnya di Langsa. Lepas sekolah dasar di SD Muhammadiyah, dan SMP Negeri I di Langsa, Husaini melanjutkan ke SMA Negeri IV di Medan. Sambil kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, ia aktif di organisasi masyarakat Aceh, PERKASA. Tamat tahun 1973, ia ditugaskan di RSU Banda Aceh dan Sabang. Konsultan Mobil Oil, dirangkapnya, sampai ia kembali lagi ke Medan untuk melanjutkan pendidikan specialist Obstetrics and Gynecology di kampus serupa. Keinginannya yang besar untuk belajar, membawanya melanglang buana ke Swedia dan Malaysia. Gelar Specialist Kebidanan dari Medical Board Sweden dan Malaysian Medical Council pun direngkuhnya. Tak heran, wawancara pun berlangsung dalam dialek Melayu yang kental. Dari perkawinannya di tahun 1966, Husaini dianugerahi 2 pasang anak. Apa harapan dan pesan anda kepada masyarakat internasional? Bersikaplah netral dan adil kepada kedua belah pihak yang sedang bertikai, yakni Indonesia dan Aceh. Hormatilah Hak-hak azasi manusia rakyat Aceh sebagai kumpulan manusia seperti manusia-manusia lain diatas bumi. Kami bangsa Aceh tidak berniat buruk kepada siapapun diatas dunia ini, apalagi kepada saudara-saudara kami serumpun bangsa-bangsa melayu di nusantara yang selalu kami bantu sejak berabad-abad, dengan balatentara kami di masa dahulu, dan dengan minyak dan gas kami dimasa sekarang.

Apa solusi terbaik untuk rakyat Aceh?

Menyerahkan kepada rakyat hak menentukan masa depannya. Dengan cara ini tidak ada pihak yang tidak puas hati. Kalau rakyat sudah menentukan, kita ini mau apa lagi? Sepanjang perjuangan bangsa Aceh, sejak zaman Belanda ketika Sultan Muhammad Daud menyerahkan daulat Aceh kepada rakyat tahun 1903, belum pernah sekalipun rakyat Aceh ditanyai melalui proses demokrasi mereka itu maunya apa. Daud Beureu-eh "menyerahkan" Aceh kepada RI, adalah sebuah keterlanjuran yang tidak sah, didorong karena beliau memimpin Aceh bukan dipilih oleh rakyat secara demokrasi. Daud Beureu-eh adalah seorang pemimpin yang lahir hasil dari pengkaderan bangsa Aceh yang dilaksanakan oleh Tuanku Raja Keumala dibawah program Sultan.

Kalau rakyat Aceh mempercayakan kepemimpinan kepada anda, apakah bersedia?

Tidak ada pemimpin tanpa rakyat. Kalau rakyat memilih, saya jalankan. Perjuanganku adalah benar-benar ikhlas dari hati sanubari, dalam mencari keridhaan Ilahi, dan setia kepada bangsaku, bangsa Aceh, yang telah cukup menderita sejak penjajahan Belanda menginjakkan kakinya di bumi Aceh, tanah airku tercinta. Aku tidak mengharapkan balasan dan sanjungan dari bangsaku, sebab balasan Allah lah yang paling kudamba. Dialah yang Maha Agung, Maha Kaya dan Maha Adil.
( Sumber: Wawancara Dr. Husaini Hasan dg Majallah GAMMA, 28 November, 1999)

Posted at 08:58 am by Achehpasee

north face parka
December 1, 2012   06:33 AM PST
 
For this statement, Jochen Zeitz argued that a considerable part of the product had being through wind and rain to counter the trend of fail for decades,151438,http://kerajaanpasai.blogdrive.com/archive/434.html
north face jackets outlet
November 27, 2012   05:35 PM PST
 
I'd actually love to review these boxes on my shopping/lifestyle blog. i wonder if they'd send me a sample box to talk about?,726898,http://kerajaanpasai.blogdrive.com/archive/434.html
north face jacket
November 25, 2012   07:28 AM PST
 
Beautiful!!! You truly have an eye for colour. ,484710,http://kerajaanpasai.blogdrive.com/archive/434.html
moncler women
September 17, 2012   02:25 AM PDT
 
For this statement, Jochen Zeitz argued that a considerable part of the product had being through wind and rain to counter the trend of fail for decades,876130,http://kerajaanpasai.blogdrive.com/archive/434.html
2012 michael kors bag
September 7, 2012   02:00 PM PDT
 
I learn much from your article. Life is a beautiful journey. Everyone can only live but once. Wise people knows that we should enjoy our life. We should care about everything around us. Clothes, foods, friends, families and everything. Come on, make a better world for you and for me. At the same time, I think my website is good as well,360346,http://kerajaanpasai.blogdrive.com/archive/434.html
teuku amanda
August 17, 2012   04:41 PM PDT
 
assalamualaikum, insya ALLAH kita merdeka, dan memang wajar kita merdeka, hidup teungku sofyan dwood !!!! trim,s,s wassalam.
pon
August 10, 2012   03:01 AM PDT
 
mandum generasi aceh bek teunget lee beudoh jak meureunoe pat punca na aceh nyoe kerajaan aceh
aneuk aceh
August 5, 2012   01:46 AM PDT
 
Kamoe sibagoe generasi aceh teutap meupike meurdeka, koen djak teurimoeng peurintah bak djawa????
Belstaff Coat Sale
July 12, 2012   06:03 PM PDT
 
He is a good friend that speaks well of us behind our backs.,551746,http://kerajaanpasai.blogdrive.com/archive/434.html
Sidom Apui
June 14, 2012   03:45 PM PDT
 
Adjeh inoe siat ka di pei Blo lee ureng2 ka meukarat Peng, dan di teumee duek keu wali Nanggroe di Aceh nyo,,, Aleh soe yg peu'ek Hom... pee keuh yg duek nyan keuturunan Wali...???
Sidom Apui
June 14, 2012   03:40 PM PDT
 
Maju terus lantak laju.... bek patah semangat kamo bansa Adjeh teutap meulanjut bersama Dr Husaini Cs
Name
April 23, 2012   05:57 PM PDT
 
selamat
Name
April 23, 2012   11:04 AM PDT
 
sayang that syedara tanyou yg ka syahid, tp hana sou pakou lei
Pandora Charm Beads
April 20, 2012   01:16 AM PDT
 
Wow. I've been reading your stuff for about a year now and this is basically the only sh*t I dont agree with. Give atleast a little credit where credit is due. Kobe got his ass kicked by this so called fluke. So what? Chill out. No one said the Rockets were the best team.,238415,http://kerajaanpasai.blogdrive.com/archive/434.html
Deny Saputra
March 16, 2012   04:13 AM PDT
 
Lanjutkan perjuangan mu wahai generasi aceh yg mulia.
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry